Selasa, 12 November 2013

Pengaruh teman dalam pembentukan kepribadian [Remaja]

Dari sudut pandang saya teman cukup berpengaruh besar dengan terbentuknya kepribadian kita bahkan tak jarang, kita lebih mendengarkan nasihat atau apapun yang dikatakan oleh teman daripada orang tua. Padahal jika kita mau berpikir, hal yang harus kita tahu ORANG TUA ITU SLALU INGIN YANG TERBAIK UNTUK KITA, dan yang perlu kita ketahui tak semua teman itu baik.
Apalagi kalau mengingat sikap solidaritas, saya pernah bertanya kepada seseorang, "Alasan apa yang membuat kamu ikut-ikutan tawuran?" Dan dia menjawab, "Kan solidaritas." Solidaritas yah? Oh kalau ada yang mengajak merokok, minum-minuman keras dan drugs, dan mengatas namakan SOLIDARITAS, apakah sikap solidaritas itu tepat? Kalau menurutku, sikap solidaritas itu dimana kita membantu teman yang tertinggal pelajarannya dengan meminjamkan catatan, atau membantu teman untuk menyelesaikan masalah-masalahnya.

Jika Anda salah satu dari yang melakukan hal di atas, pasti kalian akan sangat tidak setuju dengan Saya. Tidak masalah jika Anda tidak setuju, tapi silahkan baca kembali cerita saya di bawah ini (ini adalah kisah nyata saya sendiri) :


Waktu SMA, saya bukanlah seorang yang suka dengan hal-hal nakal. Beberapa teman-teman Saya ada yang suka main motor dan membentuk geng-geng motor yang nakal (merokok, meminum-minuman keras, ngobat) serta sering tauran. Saya tidak tertarik sama sekali dengan mereka karena lingkungan teman Saya di sekolah itu adalah anak biasa-biasa saja yang hanya suka membicarakan pelajaran dan ngobrol sewajarnya. 

Hal ini membuktikan bahwa Saya telah terpengaruh oleh pengaruh positif dari teman-teman sekolah Saya.

Setelah masa SMA selesai, orang tua Saya memutuskan untuk bercerai (saat itu posisi berada di kota Samarinda). Pemilihan wali, Saya memilih untuk hidup bersama Ibu Saya dan pindah ke kota Bekasi. Hidup di Bekasi sangatlah berbeda dengan lingkungan hidup di Samarinda.
Anak kecil yang masih berseragam Merah putih sudah banyak yang merokok, minum-minuman keras dan memakain narkoba. Setiap tongkrongan yang ada rata-rata sama, melakukan hal-hal negatif tersebut. 
Pada saat itu sangat susah untuk mendapatkan teman yang wajar-wajar saja apalagi Saya baru pindah ke Bekasi dari Samarinda. Tidak terasa Saya mulai ikut nongkrong-nongkrong dan mengikuti kegiatan-kegiatan negatif teman-teman Saya tersebut. 
Ikut mabuk-mabukan, jalan-jalan kesana kesini tidak jelas dan suka mencuri (bahasa waktu itu ngelepto) seperti besi-besi pagar, kabel-kabel listrik rumah untuk dikuliti tembaganya dan lain-lain.
Menyisiri jalanan di Bekasi-Jakarta dengan mengamen, mencari uang bukan untuk makan/kebutuhan sehari-hari (karena status ekonomi keluarga Saya tidak terlalu miskin) melainkan dipergunakan untuk membeli minum-minuman keras dan obat-obatan.
Saya berfikir kehidupan Saya yang lalu (masa SMA) adalah Kehidupan PECUNDANG. 
"Ini yang pasti akan kalian fikirkan jika anda berada dalam masa ini"

Hal ini membuktikan bahwa Saya telah terpengaruh oleh pengaruh negatif dari teman-teman tongkrongan Saya.

Waktu berlalu, sekitar 2 tahun menjalani hidup seperti itu. Kemudian Ibu Saya menyuruh Saya untuk bekerja diruko tempat rental komputer (pengetikkan) saudara Saya. Dari situ Saya mulai mengurangi kegiatan-kegiatan tongkrongan dan fokus untuk bekerja. Di rental itu Saya tidak bekerja sendiri melainkan 2 orang dengan sistem Shift-shift an (tapi seringnya Saya selalu disitu dari pagi sampai malam). 
Di rental itu Saya sering mendapatkan pelanggan yang menuliskan Lamaran Kerja, Script Skenario Film, Edit Logo partai, dan lain sebagainya yang bersifat Formal. Beberapa teman Saya sering mampir dan nongkrong disitu. BUKAN MELAKUKAN HAL YANG NEGATIF ! Tapi melainkan hanyalah mengobrol dan ketawa-ketawa atau sesekali bermain game offline bersama disitu (kebetulan ada 4 PC/Komputer).

Hal ini membuktikan bahwa Saya telah mempengaruhi Teman saya dengan  pengaruh positif dari  Saya.

Waktu terus lagi berjalan, Saya bertemu dengan seorang wanita yang tidak disangka menjadi Istri Saya saat ini. Perubahan yang signifikan terjadi setelah ini. Dia selalu memberikan pengarahan yang positif mengenai makna dari hidup ini.
Hidup tidaklah semudah yang dibayangkan, banyak sekali rintangan-rintangan yang akan dihadapi.
Saya mulai mencari pekerjaan dan melamar pekerjaan dibeberapa perusahaan untuk meningkatkan taraf hidup. Dan itu sangat membuahkan hasil ! Akhirnya diterima disalah satu perusahaan yang bergerak di bidang property (Developer). Dari lingkungan kerja sangat memberikan pengaruh positif terhadap cara berfikir Saya. 

Apalagi teman kerja Saya banyak yang sudah berumur dan sudah memiliki keluarga sehingga dapat memberi banyak wejangan kepada Saya. 

Begitulah sampai saat ini Saya sudah dapat tinggal di Rumah (MILIK SENDIRI) walau tidak terlalu besar tapi dari hasil jerih payah sendiri.
Punya penghasilan yang lumayan dan bisa hidup dengan nyaman.

Jika Anda menjadi Saya dan ditanya harus memilih dari kisah di atas, manakah yang Anda pilih ?
Kehidupan Saya beberapa tahun lalu atau sekarang ?



Tapi juga jangan sampai Anda salah menyimpulkan. 
Janganlah juga kalian membatasi sekali lingkup pertemanan Anda.
Cukup dengan Menjaga Diri !
Dari berbagai macam jenis teman yang kita miliki, kita harus pintar dalam mengambil sikap dan perilaku yang positif.
Walau ada yang negatif, kita harus bisa memisahkannya dan menjauhkannya dari pikiran kita.
Dalam suatu hal yang negatif pasti akan tersimpan suatu hal yang positif pula. 

Demikian semoga dapat bermanfaat dan bisa membuat hidup kita semua lebih baik. 
Terima kasih.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar